PERBEDAAN JIN dan SETAN juga IBLIS

Perbedaan Jin dan Setan juga Iblis adalah tema pembahasan pada artikel dibawah ini. Allah menciptakan semua makhluk didunia ini hanya untuk menyembah kepada-Nya termasuk Jin dan Manusia.

PERBEDAAN Jin dan Setan juga Iblis

Jin dan manusia memiliki alam yang berbeda, Setan adalah makhluk Allah dari golongan Jin dan Manusia yang Ingkar dan membangkang kepada-Nya. Sedangkan Iblis makhluk durhaka dari golongan Jin yang menyesatkan manusia sejak nabi Adam sampai kiamat nanti. Perbedaan Jin dan Setan juga Iblis akan dijelaskan sebagai berikut :

Baca juga : Istri yang dilaknat oleh Allah

JIN

Yaitu makhluk Allah yang hidup berdampingan dengan manusia hanya tidak dapat dilihat oleh indra manusia tetapi Jin bisa melihat manusia. Jin berasal dari Api sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Sama-sama makhluk ciptaan Allah, sama-sama hamba Allah. Jika manusia ada yang sholeh, ada yang durhaka demikian juga dengan Jin.

Jin juga ada yang baik dan ada pula yang jahat. Jin jahat inilah yang sering menakuti manusia dengan menampakkan diri dalam rupa yang buruk yang sering kita sebut Syetan, hantu, begu, kuntilanak, genderuwo, wewe gombel dan lain-lain. Padahal manusia yang buruk juga boleh disebut Syetan, tapi bukan yang buruk rupanya tetapi yang buruk akhlaknya.

Menurut bahasa Jin berarti : “Yang tersembunyi, terhalang, tertutup”. Karena makhluk yang bernama  Jin ini terhalang /tak tampak oleh  manusia. Sebabnya  bayi dalam perut ibu disebut janin. Janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yaitu “Jann” sebab ia tidak dapat dilihat dengan mata.

SETAN

Syetan atau setan ialah sifat yang muncul /menjelma dari An-Nafs Az-Zulmun yang berasal dari jiwa pengilhaman kefasikan (Nafs Kefasikan). Dalam bahasa Arab “Syetan” asal katanya “Syathona” yang berarti : “Ba’uda” (jauh, artinya yang selalu menjauhkan makhluk Allah dari kebenaran).

Jika dilihat dari susunan kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah, setan adalah bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu). dia merupakan laqab atau gelar yang Allah berikan kepada setiap mahluk yang berakal baik jin maupun manusia yang ingkar terhadap perintah Allah. Oleh sebab itu penyebutan syaitan (setan) boleh ditujukan kepada jin maupun manusia.

Agar mudah memahaminya bisa disederhanakan sebagai berikut : Syetan adalah sifat sedangkan Jin/iblis ialah makhluk. Setan itu sifat bukan makhluk. Setiap makhluk baik itu manusia maupun Jin yang suka ingkar dan menentang terhadap perintah Allah maka ia boleh disebut Setan. Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan :

الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد
“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).
Syetan berasal dari kata; syutun (Arab: شطون) yang berarti  jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 6).

IBLIS

Iblis adalah julukan untuk makhluk pembangkang dari bangsa Jin yang dahulu pernah mendapat kedudukan puncak ketaqwaan tertinggi sebagai Al-Muqarrabin di sisi Allah Ta’ala. Sebelum menjadi Iblis makhluk yang tercipta dari Api ini pernah menjadi Imam para malaikat di Syurga.


Namun kesombongan telah membawanya ke lembah terhina. Ia merasa lebih mulia dari Adam karena Adam hanya diciptakan dari tanah. Sebab ia sombong ia berani membatah perintah Allah padahal Allah lah yang menciptakannya dan memberikan kemuliaan kepadanya. Ketika Allah memerintahkannya untuk bersujud kepada Adam ia tidak mau, ia membantah. Akhirnya Allah mengusir dia dari Syurga dan jadilah ia menjadi makhluk yang sangat hina dan pada saat itu namanya disebut Iblis.

Iblis berasal dari kata Al-Balas yang artinya Makhluk yang tidak memiliki sedikitpun kebaikan dalam dirinya, man la khaira ‘indah.  Bisa juga berasal dari kata Ablasa yang artinya putus asa juga  bingung (yaisa wa tahayyara).

Semoga dengan pengetahuan sederhana ini, kita terhindar dari sifat Iblis yaitu sombong. Setan yang selalu menggoda manusia bisa kita lawan dengan memperbanyak istighfar. Dengan memperbanyak istighfar setan akan lemah.

Dulu saya berfikir kalau setan itu adalah anak-anaknya Iblis, mungkin ada benarnya juga tapi anak asuh bukan anak kandung. Sedangkan Iblis mungkin saja tidak memiliki keturunan secara biologis karena ia tidak memilki pasangan, tapi ia tidak binasa layaknya manusia dan jin pada umumnya hingga kiamat nanti. Setelah kiamat baru ia dibinasakan oleh Allah dan kelak akan menghuni neraka jahannam bersama setan dari golongan manusia dan jin.

Demikian tulisan singkat ini apabila ada kesalahan mohon dikoreksi, terima kasih telah berkenan membaca artikel berjudul Perbedaan Jin dan Setan juga Iblis. Semoga Allah mempertemukan kita kembali pada tulisan-tulisan selanjutnya aamiin. Akhir kata, Wassalam

Artikel terkait dengan Perbedaan Jin dan Setan Juga Iblis :

Ini bedanya Jin, Setan, dan Iblis

Video terkait dengan Perbedaan Jin dan Setan :

Apa Perbedaan Iblis, Jin dan Syaitan. DR Khalid Basalamah MA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *